Jumat, 31 Januari 2014

Oleh-oleh khas Kota Udang Cirebon

Apabila kita berkunjung ke Kota Udang Cirebon untuk urusan bisnis atau berwisata, tentunya mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah. Banyak buah tangan khas kota ini yang dapat ditemui terutama aneka kulinernya, yang populer dan banyak dikenal adalah Empal Gentong, Nasi Jamblang, Nasi Lengko, Tahu Gejrot, atau Doclang dll.
Namun yang unik dan Cirebon banget adalah Krupuk mlarat dan Siroop Tjap Buah Tjampolay yang sepertinya melegenda.

Kerupuk mlarat
image : bismacenter.ning.com
Krupuk mlarat adalah penganan khas Cirebon yang wajib dijadikan oleh-oleh bakal kita bawa pulang setelah mengunjungi kota Cirebon, dinamakan krupuk mlarat adalah karena proses penggorengan krupuk tidak menggunakan minyak seperti biasanya melainkan menggunakan pasir yang sudah dibersihkan terlebih dahulu atau istilah setempat disebut dengan di sangray
kerupuk khas Cirebonyang berwarna warna merah, putih atau terkadang ada juga warna kuning biasanya disiram dengan sambal oncom encer, pedasnya sambel oncom ditambah kriuk dan rasa kerupuk melarat yang agak manis, menjadikan kerupuk yang satu ini mantap dan segar untuk dinikmati.


Sirup Tjap Buah tjampolay
Sirup Tjap Buah tjampolay adalah sirup khas Cirebon yang telah diproduksi sejak tahun 1936, sirup Tjampolay terdiri dari berbagai macam rasa buah-buahan seperti melon, mangga gedong, jeruk nipis dan nanas bahkan rasa kopi moka pun ada.namun dari sekian banyak macam rasa tersebut yang menjadi favorit ialah rasa pisang susu. Karena selain rasa manisnya
image : hemart123.bogspot.com
yang khas, warna sirupnya pun sangat menarik, yaitu merah jambu. Sehingga tampak manis untuk dicampur dengan berbagai macam aneka es, seperti es campur ataupun es kelapa.
Siroop Tjap Buah Tjampolay termasuk salah satu produk daerah Cirebon yang melegenda. Produk eksotis ini, dari sisi awareness, masuk peringkat pertama dari sekitar 1.523 industri kecil yang tersebar di kota udang itu. Konon, formula produk sirup ini diperoleh Tan Tjek Tjiu pada 11 Juli 1936 lewat mimpi. Terlepas dari cerita mistik seperti itu, sirup ini di Cirebon memang melegenda, karena rasanya yang khas. Bahkan, di tahun 2001, produk sirup milik keluarga Tjiuw ini berhasil menggondol penghargaan Bintang I -- Standardisasi Kelayakan Industri dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Mengungguli 14 perusahaan se-Jawa Barat yang diukur berdasarkan kualitas produk, proses produksi dan racikan.









Braga Culinary Night, Sensasi Kuliner di Jalan Bersejarah

Salah satu nama jalan di kota Bandung yang terkenal dan penuh sejarah adalah jalan Braga, Nama jalan ini cukup dikenal sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Sampai saat ini nama jalan tersebut tetap dipertahankan sebagai salah satu maskot dan obyek wisata kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai Parijs van Java.
image : twitter.com
Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat kompleks pertokoan yang memiliki arsitektur dan tata kota yang tetap mempertahankan ciri arsitektur lama pada masa Hindia Belanda. Tata letak pertokoan tersebut mengikuti model yang ada di Eropa sesuai dengan perkembangan kota Bandung pada masa itu (1920-1940-an) sebagai kota mode yang cukup termasyhur seperti halnya kota Paris pada saat itu.
Untuk anda yang penasaran dengan jalan Braga tersebut silahkan untuk berkunjung menikmati suasan tempo doeloe namun sebaiknya anda datang pada hari Sabtu malam atau malam Minggu karena setiap malam tersebut terdapat event wisata kuliner baru yang dikenal dengan Braga Culinary Night.
Pada event tersebut anda dapat menemukan berbagai macam kuliner dan jajanan khas Kota Bandung yang dijual oleh para pedagang mulai dari kudapan ringan hingga makanan berat.
Yang tak kalah asyiknya, kegiatan tersebut dipadukan dengan suasana aktifitas cape yang ada di jalan Braga sehingga suasana menjadi meriah dan para pengunjung dimanjakan dengan alternatif, mau jajan di jalan atau mau makan di cave semua terserah dengan mood masing masing. Sejak pertama kali di gelar, Braga Culinary Night ini ternyata tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal, melainkan pula para wisatawan mancanegara.
Braga Culinary Night ini terbagi menjadi tiga Zona yaitu zona PKL, makanan kafe, dan field dining, semua tergantung dari kantong para pengunjung, namun yang jelas konsep Braga Culinary Night adalah menyediakan semua jenis kuliner Kota Bandung, sehingga diharapkan semua pengunjung yang mencari aneka kuliner ala Bandung bisa datang ke sini termasuk wisatawan yang tengah berlibur di Kota Bandung.
Event dengan ide Food District dimulai dari jam 18.00 wib dengan penutupan jalan bagi kendaraan, dan dimulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 01.00 dini hari.
Dalam kenyataanya ternyata diantara pengunjung yang datang tidak hanya menikmati kuliner yang tersedia melainkan event ini digunakan untuk acara foto-foto bersama, mumpung lagi ke Bandung kali yah ?

Nah tak salah kalau Anda mengarahkan destinasi wisata akhir pekan ini ke Bandung, jelajahi panjangnya jalan Braga sambil menikmati santapan kulinernya, dan jangan lupa rasakan juga sensasi sejarah dari jalan Braga ini.



Kamis, 30 Januari 2014

Blind Cafe Bandung, Sensasi Makan di Tempat Gelap

image : http://www.bubblews.com/
Kota Bandung memang kaya akan hal-hal unik mulai dari budaya, keindahan alam, iklim yang sejuk, fashion dan kreativitas, salah satunya adalah sebuah resto atau cafe yang terletak di Cihampelas Walk Jl. Cihampelas No. 160 BAndung telp (022) 206 - 1082,.Resto ini sangat unik dimana kita menyantap makanan tidak seperti biasanya sambil melihat pemandangan atau live music, melainkan makan dalm kondisi gelap total. Gelap ini bukan karena pemilik resto belum melunasi tagihan listrik tetapi sengaja dimana kita sebagai pengunjung menikmati makanan dalam keadaan gelap gulita. Resto ini dikenal dengan nama Blind Resto yang mengadopsi konsep sebuah resto di negeri Kangguru Autralia dengan nama Dinning in The Dark.
Konsep ini memberikan hal yang sama sekali berbeda dan tidak monoton, dimana di resto-resto lain yang ditonjolkan adalah mengenai jenis makanan atau menu favorit namun di blind cafe lebih menonjolkan sebuah konsep pelayanannya kepada pengunjung yaitu  A journey of taste,

Cafe dengan menggunakan konsep ini merupakan konsep restoran pertama yang ada di Indonesia. Karena itulah Blind Resto mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai Resto yang menggunakan konsep unik dan  satu-satunya resto yang menggunakan pramusaji tunanetra pertama di Indonesia.

Selain mendapatkan penghargaan dari MURI, Blind Resto juga mendapat penghargaan dari Kemensos sebagai Small Inspiring  Busines pada November 2010. Blind Resto dianggap sebagai bisnis kecil yang peduli terhadap sesama, khususnya tunanetra.

Sebelum masuk ke ruang makan yang gelap, pengunjung dipersilahkan memilih makanan yang tersedia. Setelah itu, pengunjung akan diberi pengarahan dan kemudian dituntun pramusaji ke ruang gelap.

Pengunjung juga harus melepaskan semua pernak-pernik atau barang-barang yang mengeluarkan cahaya. Fungsinya agar tidak menggangu proses pencahayaan infra merah yang dilakukan pramusaji dalam menyediakan makanan.

Saat makanan dan minuman datang, kita akan dibimbing untuk mengetahui letaknya dan memegangnya langsung untuk menghindari tertukar dari makanan teman sebelah kita. Selain itu, rincian letak makanan yang ada di tiap piring juga diberitahukan. Contohnya saja, untuk menu nasi goreng, akan diberi tahu kalau nasinya berada di sebelah kanan, sedangkan telur dan kerupuk berada di sebelah kiri. 



Rabu, 29 Januari 2014

Lubang Resapan Biopori

Beberapa waktu yang lalu terjadi bencana banjir yang melanda beberapa kota di Indonesia, bencana banjir yang terjadi banyak diakibatkan oleh rusaknya alam dan pencemaran lingkungan serta semakin berkurangnya areal tanah yang menjadi area serapan air, selain bencana banjir kita juga disibukan dengan masalah air tanah dan timbulnya krisis air bersih.
Berkurangnya area serapan air terutama di kota-kota besar lebih disebabkan oleh tertutupnya permukaan tanah yang menyebabkan air hujan tidak meresap sehingga permukaan tanah mengalami penurunan tiap tahunnya. Selain masalah air tanah, di kota besar juga dihadapi masalah sampah yang kian banyak dan menumpuk.
image : puncakku.com
Sebagai salah satu solusi, pemerintah Kota Bandung mengadakan gerakan Sejuta Biopori yang diharapkan  dapat menjawab permasalahan di kota Bandung tentang air tanah dan banjir dengan melibatkan warganya sebagai salah satu pemangku kepentingan
Gerakan Sejuta Biopori ini merupakan kegiatan gotong royong di seluruh wilayah Kota Bandung  untuk membuat lubang resapan biopori dengan tujuan mencegah banjir, memanfaatkan sampah organis dan menabung air tanah. Permasalahan lingkungan yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dan inilah yang mendorong pemerintah Kota Bandung mengajak seluruh warga Bandung untuk mengatasinya
Biopori adalah lorong atau rongga di tanah yang dibentuk oleh flora serta fauna tanah. Tanah yang sehat adalah tanah yang banyak mengandung biopori. Tanah kota Bandung semakin hari semakin miskin biopori, hal ini dapat dilihat saat tanah tak lagi gembur dan sulit meresap air. Selain itu pertumbuhan pembangunan kota juga memperparah kondisi tanah dan akibatnya terjadilah banjir di musim hujan dan berkurangnya cadangan air bersih di musim kemarau. Biopori ini selain berfungsi mengurangi risiko bencana banjir, juga modal di masa kemarau sebagai sumber air.

Pembuatan Lubang Biopori ini sendiri tidaklah sulit, cara pembuatannya adalah sebagai berikut :
  1. Siram tanah dengan air supaya lebih lunak. 
  2. Buat lubang berdiameter 10 cm dan sedalam 100 cm menggunakan bor biopori. Untuk mempermudah, angkat bor setiap kedalaman 15 cm lalu bersihkan bor dari tanah menggunakan pisau/pencongkel tanah. 
  3. Setelah mencapai ukuran yang sesuai, perkuat bagian atas lubang dengan semen. 
  4. Setelah semen kering, masukkan sampah organik ke dalam LRB (jangan terlalu padat). Sampah dapat ditambahkan jika telah menyusut akibat pelapukan dan kompos dapat di’panen’ setiap akhir musim kemarau. 
  5. Tutup permukaan lubang dengan kawat.


Tahun Baru Imlek

Sebagi seorang yang memiliki garis keturunan Tionghoa dimana kakek adalah warga keturunan, ,masih teringat ketika masih kecil tatkala taun baru imlek kami sekeluarga berkumpul, makan-makan dan tak lupa hal yang paling ditunggu yaitu pembagian Angpao. Tapi karena kami sekeluarga adalah muslim termasuk kakek saya, perayaan Implek kami anggap sebagai budaya turun temurun, dan ketika kakek telah meninggal, perayaan itu pun telah jarang dilaksanakan.

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".

Sebenarnya penanggalan Tionghoa dipengaruhi oleh 2 system kalender, yaitu sistem Gregorian dan sistem Bulan-Matahari, dimana satu tahun terbagi rata menjadi 12 bulan sehingga tiap bulannya terdiri dari 29 ½ hari. Penanggalan ini masih dilengkapi dengan pembagian 24 musim yang amat erat hubungannya dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada alam, sehingga pembagian musim ini terbukti amat berguna bagi pertanian dalam menentukan saat tanam maupun saat panen. Sebagai contoh Permulaan musim semi, Musim hujan, Musim serangga dan seterusnya

Selain dari pembagian musim di atas, dalam penanggalan Tionghoa juga dikenal istilah Tian Gan dan Di Zhi yang merupakan cara unik dalam membagi tahun-tahun dalam hitungan siklus 60 tahunan. Masih ada lagi hitungan siklus 12 tahunan, yang kita kenal dengan “Shio”, yaitu Tikus, Sapi, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi.

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.

Dalam merayakan Imlek, terdapat beberapa hal unik atau khas diantaranya :

1. Warna merah
Memiliki makna sejahtera, membawa berkah dan hoki/keberuntungan , dan  dipercaya  ditakuti oleh Nian dan dapat mengusir setan dan roh jahat.

2. Petasan
Imlek sangat identik dengan Petasan. Petasan dipercaya memiliki makna sebagai penghalang dalam menakut-nakuti monster yang berusaha untuk mengacaukan perayaan tersebut.
Selain itu, menyalakan petasan ketika Imlek merupakan sebuah tradisi turun temurun yang sudah di lakukan sejak zaman dahulu hingga sekarang.

3. Kue keranjang
image : widyadara.blogspot.com
Terdapat kebiasaan saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun. Nien Kao atau Nian Gao, kata Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.
Dalam menyambut Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa di China menyiapkan berbagai makanan manis baik sebelum maupun sesudah perayaan Imlek.

4. Barongsai
image : antaranews.com
Imlek sangat kental kaitannya dengan Barongsai. Bukan hanya di Indonesia tetapi di China pun banyak tempat-tempat yang menjadikan Barongsai sebagai megnet utama dalam menyambut tahun baru Tionghoa ini. barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi.
Menurut kepercayaan orang China, singa juga  merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian Singa dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan sehingga umumnya diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan restoran, pendirian klenteng, dan tentu saja perayaan tahun baru.
Dengan berbagai ciri khas yang dimilikinya, tidak heran jika Barongsai banyak menarik antusiasme dari masyarakat setempat.

5.Ang Pao
image : Tionghoa.info
Angpao sendiri adalah dialek Hokkian, arti harfiahnya adalah bungkusan/amplop merah. Sebenarnya, tradisi memberikan angpao sendiri bukan hanya monopoli tahun baru Imlek, melainkan di dalam peristiwa apa saja yang melambangkan kegembiraan seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru dan lain2, angpao juga akan ditemukan.
Angpao pada tahun baru Imlek mempunyai istilah khusus yaitu "Ya Sui", yang artinya hadiah yang diberikan untuk anak-anak berkaitan dengan pertambahan umur/pergantian tahun. Di zaman dulu, hadiah ini biasanya berupa manisan, bonbon dan makanan. Untuk selanjutnya, karena perkembangan zaman, orang tua merasa lebih mudah memberikan uang dan membiarkan anak-anak memutuskan hadiah apa yang akan mereka beli.Menurut tradisi hanya orang yang sudah menikah saja yang boleh memberikan Angpao

6. Lentera/Lampion
image : kompas.com
Pada hari raya imlek biasa dipajang lampion-lampion di rumah-rumah atau perkarangan atau tempat umum misalnya di taman, kebun, jalan-jalan, lorong-lorong dan lain sebagainya.
Lampion merah dianggap sebagai simbol kebahagiaan, dan dipasang untuk event-event kegembiraan seperti Imlek. Lampion ini digambari dan dihiasi ornamen-ornamen macam-macam, dan huruf-huruf kaligrafi. Lampion ada yang terbuat dari kertas, kain, kulit binatang, dan dari bordiran-bordiran kain sutra dan lain-lain.




Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Baru_Imlek
http://www.imlek.com/ 
http://www.jendela-alam.com/imlek-dan-tradisinya.html

Jumat, 24 Januari 2014

Dago Pakar

Di kota BAndung terdapat kawasan elit yang selalu ramai terlebih apabila weekend atau hari libur, namanya kawasan Jl. Ir. H. Juanda atau lebih dikenal dengan kawasan Dago. Namun pada post kali ini saya tidak akan membahas kawasan tersebut melainkan suatu daerah yang masih seputaran Dago, tepatnya di utara.
Di tempat tersebut terdapat Taman Hutan Raya yang merupakan kawasan konvervasi terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman dengan jenis Pinus (Pinus merkusil) yang terletak di Sub-DAS Cikapundung, DAS Citarum yang membentang mulai dari Curug DagoDago Pakar sampai Maribaya yang merupakan bagian dari kelompok hutan Gunung Pulosari,

Taman Hutan Raya ini dinamakan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau lebih dikenal dengan nama Dago Pakar, dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Bapak Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah yang pada waktu itu menjabat sebagai Administratur Bandung Utara merangkap Direktur Akademi Ilmu Kehutanan, dan mendapat dukungan dari Bapak Ismail Saleh (Menteri Kehakiman) dan Bapak Soejarwo (Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian). Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. Tahun 1963 pada waktu meninggalnya Ir. H. Djuanda, maka Hutan Lindung tersebut diabadikan namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda untuk mengenang jasa-jasanya dan waktu itu pula jalan Dago dinamakan jalan Ir.H.Djuanda.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda awalnya berstatus sebagai hutan lindung (Komplek Hutan Gunung Pulosari) yang batas-batasnya ditentukan pada tahun 1922. Sejak kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 secara otomatis status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan. Untuk tujuan tersebut, kawasan tersebut mulai ditanami dengan tanaman koleksi pohon-pohonan yang berasal dari berbagai daerah. Kerjasama pembangunan Kebun Raya Hutan Rekreasi tersebut melibatkan Botanical Garden Bogor (Kebun Raya Bogor) , dengan menanam koleksi tanaman dari di Bogor.

Apabila anda berkunjung ke kawasan TAHURA Ir. H.Juanda ini, anda dapat mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang terdapat didalamnya, antara lain :

Curug Dago
image : disparbud.jabarprov.go.id
Curug Dago terletak di bagian Utara Kota Bandung, merupakan kawasan konservasi dan menjadi satu kesatuan dengan kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Saat ini Curug Dago memiliki pemandangan alam ekosistem hutan dan perkampungan Sunda pada kanan kiri aliran sungai Cikapundung. Keindahan air terjun sungai Cikapundung setinggi +/- 15 meter, dilengkapi dengan 2 (dua) buah Batu Prasasti peninggalan Kerajaan Thailand, serta tempat peristirahatan yang sejuk di bawah pohon-pohon hutan.

Curug Omas
image : yoshiewafa.blogspot.com
Curug Omas terletak berdekatan dengan obyek wisata Maribaya. Di lokasi ini terdapat fenomena air terjun dari aliran Sungai Cikawari. Di atas air terjun ini terdapat jembatan yang dapat digunakan untuk melintasinya. Siapapun yang melintasi jembatan ini sungguh akan merasakan dan menikmati fenomena air terjun yang penuh dengan pesona, terlebih lagi saat wisatawan dapat merasakan ketinggian air terjun yang deras setinggi +/- 30 meter, dengan melihat ke bawah nya.
Diatas Curug Omas terdapat sebuah jembatan yang memacu adrenalin siapapun yang melintasinya. Demikian pula di bagian bawah Curug Omas terdapat sebuah jembatan yang melintasi sungai yang mengalir dari atas curug. Selain fenomena air terjun yang menakjubkan, kondisi lingkungan Curug Omas pun masih asri dan berhawa sejuk dan aliran air nya sangat jernih. Arena permainan dengan hamparan rumput yang hijau serta ditunjang dengan sarana prasarana dan fasilitas tempat peribadatan dan peristirahatan yang cukup memadai, menambah keindahan curug ini.
  
Goa Belanda
image : jundiurna92.wordpress.com
Pada masa pendudukan Belanda, perbukitan Pakar ini sangat menarik bagi strategi militer, karena lokasi nya yang terlindung dan begitu dekat dengan pusat kota Bandung. Menjelang Perang Dunia ke II pada awal tahun 1941 kegiatan militer Belanda makin meningkat. Dalam terowongan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bengkok sepanjang 144 meter dan lebar 1,8 meter dibangunlah jaringan goa sebanyak 15 lorong dan 2 pintu masuk se-tinggi 3,20 meter, luas pelataran yang dipakai goa seluas 0,6 hektar dan luas seluruh goa berikut lorong nya adalah 548 meter. Selain untuk kegiatan militer, bangunan Goa ini digunakan untuk stasion radio telekomunikasi Belanda, karena station radio yang ada di Gunung Malabar terbuka dari udara, tidak mungkin dilindungi dan dipertahankan dari serangan udara.
Saluran/terowongan berupa jaringan goa di dalam perbukitan ini dinamakan Goa Belanda. Pada masa kemerdekaan Goa ini pernah dipakai atau dimanfaatkan sebagai gudang mesiu oleh tentara Indonesia. Goa Belanda saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan sebagai tempat wisata yang penuh dengan nilai sejarah.
  
Goa Jepang
image : bentengindonesia.org
Tanggal 10 Maret 1942 dengan resmi angkatan Perang Hindia Belanda dengen pemerintah sipil-nya menyerah tanpa syarat kepada Bala tentara Kerajaan Jepang dengan upacara sederhana di Balai Kota Bandung. 
Begitu instalasi militer Hindia Belanda dikuasai seluruhnya maka tentara Jepang membangun jaringan Goa tambahan untuk kepentingan pertahanan di Pakar, dimana letaknya tidak jauh dari Goa Belanda. Konon pembangunan goa ini dilakukan oleh para tenaga kerja secara paksa yang pada saat itu disebut “romusa” atau “nala karta”. Goa tambahan ini yang terdapat di daerah perbukitan Pakar tepatnya berada dalam wilayah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda mempunyai 4 pintu dan 2 saluran udara. Dilihat dari lokasi dan bentuknya Goa ini diperkirakan berkaitan dengan kegiatan dan fungsi strategis kemiliteran. Lorong-lorong dan ruang-ruang yang terdapat pada Goa ini dapat dipergunakan sebagai markas, maupun tempat penyimpanan peralatan dan logistik. Goa tambahan yang dibangun pada masa pendudukan Jepang dinamakan Goa Jepang. Goa Jepang saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan sebagai tempat wisata yang penuh pesona karena alam sekitarnya yang sangat indah dan memiliki nilai sejarah.

Patahan Lembang
image : kompas.com
Gunung Api yang disebabkan adanya gangguan alamiah yang disebut tektonik berupa sesar atau patahan hingga membentuk garis letusan dengan letusan lebih dari sepuluh titik. Muntahan yang disebarkan keluar antara lain terdapat di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yan disebut batu pasir tufaan. Fenomena geomorphologi ini merupakan paling khas di wilayah ini yang dikenal dengan istilah Patahan Lembang.
Pada saat sekarang fenomena alam/patahan lembang ini dapat diamati dan kita nikmati sebagai keindahan alam yang penuh pesona dan sangat menarik bagi wisatawan, khususnya bagi mereka yang belajar ilmu geologi/geomorphologi.





sumber :
tahuradjuanda.jabarprov.go.id




Rabu, 22 Januari 2014

Taman Kupu-kupu Cihanjuang Bandung

Seperti tidak ada habisnya kalau kita membahas objek-objek wisata yang ada di kota Bandung selain terkenal dengan keindahan alam dan berbagai kawasan wisata belanja, kuliner, sejarah dan budaya juga wisata yang bernuansakan pendidikan. Salah satunya adalah Taman Kupu-kupu. Objek wisata selain sebagai sarana untuk hiburan, refreshing, dan menghirup udara segar dan tentunya menikmati pesona alam Parahyangan, juga sebagai sarana edukasi putera dan puteri Anda yang masih usia sekolah.
image: rajakamar.com
Taman Kupu-kupu ini terletak di Jl. Cihanjuang Km 3,3 No.58, Desa Cibaligo, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Bandung –Indonesia. Diareal seluas mencapai 1,7 hektar terdapat sekitar 300 kupu-kupu dari 35 jenis yang ditangkarkan dalam setiap harinya dan hingga saat ini dikabarkan telah 2.000 kepompong dari 50 spesies kupu-kupu. Mereka terbang dalam sebuah di taman terbuka seluas 1.800 meter persegi yang dilapisi pagar dan jaring.
Kawasan wisata Taman kupu-kupu ini memang masih terbilang baru, namun karena keunikannya mampu menarik perhatian para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar Bandung hal ini tentunya akan menambah perbendaharaan objek wisata di kota kembang ini.
Beberapa hal yang anda dapat nikmati apabila berkunjung ke Taman Kupu-kupu ini yaitu Hanya dengan tiket Rp. 10.000 aanda dapat memasuki kawasan taman kupu-kupu ini, harga tiket tersebut termasuk welcome drink anda dapat menikmati keindahan alam dan kesejukan udara yang masih asri disekitarnya, anda terutama anak anda bisa memperhatikan dan mempelajari proses metamorphosis kupu-kupu mulai dari larva sampai dewasa secara sempurna ditemani dengan pemandu yang akan memberikan penjelasan berbagai hal seputar kupu-kupu dan tamannya sendiri.

image : tamankupu-kupu.blogspot.com
Taman Kupu-kupu dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Namun pada hari Senin hingga Jumat, taman ini digunakan untuk waktu kunjungan sekolah meski tetap membuka untuk umum.
Objek wisata pendidikan ini juga menyediakan souvenir yang dapat anda beli di toko-toko aksesoris yang menjual berbagai pernak-pernik serba kupu-kupu. Dan satu hal lagi, anda jangan khawatir kelaparan apabila berkunjung ke tempat ini karena telah disediakan tempat-tempat makan berupa tenda-tenda yang bisa dikunjungi.

Bila anda tertarik silahkan berkunjung ke Taman Kupu-kupu ini.