Tampilkan postingan dengan label Wisata Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Dago Pakar

Di kota BAndung terdapat kawasan elit yang selalu ramai terlebih apabila weekend atau hari libur, namanya kawasan Jl. Ir. H. Juanda atau lebih dikenal dengan kawasan Dago. Namun pada post kali ini saya tidak akan membahas kawasan tersebut melainkan suatu daerah yang masih seputaran Dago, tepatnya di utara.
Di tempat tersebut terdapat Taman Hutan Raya yang merupakan kawasan konvervasi terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman dengan jenis Pinus (Pinus merkusil) yang terletak di Sub-DAS Cikapundung, DAS Citarum yang membentang mulai dari Curug DagoDago Pakar sampai Maribaya yang merupakan bagian dari kelompok hutan Gunung Pulosari,

Taman Hutan Raya ini dinamakan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau lebih dikenal dengan nama Dago Pakar, dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Bapak Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah yang pada waktu itu menjabat sebagai Administratur Bandung Utara merangkap Direktur Akademi Ilmu Kehutanan, dan mendapat dukungan dari Bapak Ismail Saleh (Menteri Kehakiman) dan Bapak Soejarwo (Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian). Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. Tahun 1963 pada waktu meninggalnya Ir. H. Djuanda, maka Hutan Lindung tersebut diabadikan namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda untuk mengenang jasa-jasanya dan waktu itu pula jalan Dago dinamakan jalan Ir.H.Djuanda.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda awalnya berstatus sebagai hutan lindung (Komplek Hutan Gunung Pulosari) yang batas-batasnya ditentukan pada tahun 1922. Sejak kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 secara otomatis status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan. Untuk tujuan tersebut, kawasan tersebut mulai ditanami dengan tanaman koleksi pohon-pohonan yang berasal dari berbagai daerah. Kerjasama pembangunan Kebun Raya Hutan Rekreasi tersebut melibatkan Botanical Garden Bogor (Kebun Raya Bogor) , dengan menanam koleksi tanaman dari di Bogor.

Apabila anda berkunjung ke kawasan TAHURA Ir. H.Juanda ini, anda dapat mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang terdapat didalamnya, antara lain :

Curug Dago
image : disparbud.jabarprov.go.id
Curug Dago terletak di bagian Utara Kota Bandung, merupakan kawasan konservasi dan menjadi satu kesatuan dengan kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Saat ini Curug Dago memiliki pemandangan alam ekosistem hutan dan perkampungan Sunda pada kanan kiri aliran sungai Cikapundung. Keindahan air terjun sungai Cikapundung setinggi +/- 15 meter, dilengkapi dengan 2 (dua) buah Batu Prasasti peninggalan Kerajaan Thailand, serta tempat peristirahatan yang sejuk di bawah pohon-pohon hutan.

Curug Omas
image : yoshiewafa.blogspot.com
Curug Omas terletak berdekatan dengan obyek wisata Maribaya. Di lokasi ini terdapat fenomena air terjun dari aliran Sungai Cikawari. Di atas air terjun ini terdapat jembatan yang dapat digunakan untuk melintasinya. Siapapun yang melintasi jembatan ini sungguh akan merasakan dan menikmati fenomena air terjun yang penuh dengan pesona, terlebih lagi saat wisatawan dapat merasakan ketinggian air terjun yang deras setinggi +/- 30 meter, dengan melihat ke bawah nya.
Diatas Curug Omas terdapat sebuah jembatan yang memacu adrenalin siapapun yang melintasinya. Demikian pula di bagian bawah Curug Omas terdapat sebuah jembatan yang melintasi sungai yang mengalir dari atas curug. Selain fenomena air terjun yang menakjubkan, kondisi lingkungan Curug Omas pun masih asri dan berhawa sejuk dan aliran air nya sangat jernih. Arena permainan dengan hamparan rumput yang hijau serta ditunjang dengan sarana prasarana dan fasilitas tempat peribadatan dan peristirahatan yang cukup memadai, menambah keindahan curug ini.
  
Goa Belanda
image : jundiurna92.wordpress.com
Pada masa pendudukan Belanda, perbukitan Pakar ini sangat menarik bagi strategi militer, karena lokasi nya yang terlindung dan begitu dekat dengan pusat kota Bandung. Menjelang Perang Dunia ke II pada awal tahun 1941 kegiatan militer Belanda makin meningkat. Dalam terowongan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bengkok sepanjang 144 meter dan lebar 1,8 meter dibangunlah jaringan goa sebanyak 15 lorong dan 2 pintu masuk se-tinggi 3,20 meter, luas pelataran yang dipakai goa seluas 0,6 hektar dan luas seluruh goa berikut lorong nya adalah 548 meter. Selain untuk kegiatan militer, bangunan Goa ini digunakan untuk stasion radio telekomunikasi Belanda, karena station radio yang ada di Gunung Malabar terbuka dari udara, tidak mungkin dilindungi dan dipertahankan dari serangan udara.
Saluran/terowongan berupa jaringan goa di dalam perbukitan ini dinamakan Goa Belanda. Pada masa kemerdekaan Goa ini pernah dipakai atau dimanfaatkan sebagai gudang mesiu oleh tentara Indonesia. Goa Belanda saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan sebagai tempat wisata yang penuh dengan nilai sejarah.
  
Goa Jepang
image : bentengindonesia.org
Tanggal 10 Maret 1942 dengan resmi angkatan Perang Hindia Belanda dengen pemerintah sipil-nya menyerah tanpa syarat kepada Bala tentara Kerajaan Jepang dengan upacara sederhana di Balai Kota Bandung. 
Begitu instalasi militer Hindia Belanda dikuasai seluruhnya maka tentara Jepang membangun jaringan Goa tambahan untuk kepentingan pertahanan di Pakar, dimana letaknya tidak jauh dari Goa Belanda. Konon pembangunan goa ini dilakukan oleh para tenaga kerja secara paksa yang pada saat itu disebut “romusa” atau “nala karta”. Goa tambahan ini yang terdapat di daerah perbukitan Pakar tepatnya berada dalam wilayah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda mempunyai 4 pintu dan 2 saluran udara. Dilihat dari lokasi dan bentuknya Goa ini diperkirakan berkaitan dengan kegiatan dan fungsi strategis kemiliteran. Lorong-lorong dan ruang-ruang yang terdapat pada Goa ini dapat dipergunakan sebagai markas, maupun tempat penyimpanan peralatan dan logistik. Goa tambahan yang dibangun pada masa pendudukan Jepang dinamakan Goa Jepang. Goa Jepang saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan sebagai tempat wisata yang penuh pesona karena alam sekitarnya yang sangat indah dan memiliki nilai sejarah.

Patahan Lembang
image : kompas.com
Gunung Api yang disebabkan adanya gangguan alamiah yang disebut tektonik berupa sesar atau patahan hingga membentuk garis letusan dengan letusan lebih dari sepuluh titik. Muntahan yang disebarkan keluar antara lain terdapat di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yan disebut batu pasir tufaan. Fenomena geomorphologi ini merupakan paling khas di wilayah ini yang dikenal dengan istilah Patahan Lembang.
Pada saat sekarang fenomena alam/patahan lembang ini dapat diamati dan kita nikmati sebagai keindahan alam yang penuh pesona dan sangat menarik bagi wisatawan, khususnya bagi mereka yang belajar ilmu geologi/geomorphologi.





sumber :
tahuradjuanda.jabarprov.go.id




Rabu, 22 Januari 2014

Taman Kupu-kupu Cihanjuang Bandung

Seperti tidak ada habisnya kalau kita membahas objek-objek wisata yang ada di kota Bandung selain terkenal dengan keindahan alam dan berbagai kawasan wisata belanja, kuliner, sejarah dan budaya juga wisata yang bernuansakan pendidikan. Salah satunya adalah Taman Kupu-kupu. Objek wisata selain sebagai sarana untuk hiburan, refreshing, dan menghirup udara segar dan tentunya menikmati pesona alam Parahyangan, juga sebagai sarana edukasi putera dan puteri Anda yang masih usia sekolah.
image: rajakamar.com
Taman Kupu-kupu ini terletak di Jl. Cihanjuang Km 3,3 No.58, Desa Cibaligo, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Bandung –Indonesia. Diareal seluas mencapai 1,7 hektar terdapat sekitar 300 kupu-kupu dari 35 jenis yang ditangkarkan dalam setiap harinya dan hingga saat ini dikabarkan telah 2.000 kepompong dari 50 spesies kupu-kupu. Mereka terbang dalam sebuah di taman terbuka seluas 1.800 meter persegi yang dilapisi pagar dan jaring.
Kawasan wisata Taman kupu-kupu ini memang masih terbilang baru, namun karena keunikannya mampu menarik perhatian para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar Bandung hal ini tentunya akan menambah perbendaharaan objek wisata di kota kembang ini.
Beberapa hal yang anda dapat nikmati apabila berkunjung ke Taman Kupu-kupu ini yaitu Hanya dengan tiket Rp. 10.000 aanda dapat memasuki kawasan taman kupu-kupu ini, harga tiket tersebut termasuk welcome drink anda dapat menikmati keindahan alam dan kesejukan udara yang masih asri disekitarnya, anda terutama anak anda bisa memperhatikan dan mempelajari proses metamorphosis kupu-kupu mulai dari larva sampai dewasa secara sempurna ditemani dengan pemandu yang akan memberikan penjelasan berbagai hal seputar kupu-kupu dan tamannya sendiri.

image : tamankupu-kupu.blogspot.com
Taman Kupu-kupu dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Namun pada hari Senin hingga Jumat, taman ini digunakan untuk waktu kunjungan sekolah meski tetap membuka untuk umum.
Objek wisata pendidikan ini juga menyediakan souvenir yang dapat anda beli di toko-toko aksesoris yang menjual berbagai pernak-pernik serba kupu-kupu. Dan satu hal lagi, anda jangan khawatir kelaparan apabila berkunjung ke tempat ini karena telah disediakan tempat-tempat makan berupa tenda-tenda yang bisa dikunjungi.

Bila anda tertarik silahkan berkunjung ke Taman Kupu-kupu ini.