Tampilkan postingan dengan label Pengertian Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengertian Wisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Oktober 2013

Wisata Ala Backpacker

Wisata backpacker ini tengah menjadi trend saat ini, seperti namanya, para wisatawan biasanya menggendong tas/ransel yang dalam bahasa inggris disebut dengan Backpack . Backpacker ini memiliki pengertian perjalanan ke suatu tempat dengan membawa barang-barang seperlunya saja misalkan pakaian dan perlengkapan lainnya yang memang dianggap perlu, sehingga beban yang dibawa dapat di minimalisir dan biasanya para wisatawan tidak menginap di sebuah hotel melainkan untuk tidur atau sekedar beristirahat, cukup disuatu tempat yang memungkinkan untuk beristirahat.

Jenis wisata ini dapat menghemat biaya karena tidak menggunakan jasa biro perjalanan wisata, tidak tidur di hotel kalaupun tidur dihotel biasanya menggunakan hotel yang tarifnya murah bahkan apabila melakukan perjalanan ke luar negeri, biasanya para backpacker selalu mencari tiket yang ada discountnya atau memesan tiket jauh-jauh hari. Meskipun backpacker ini irit dan murah namun tidak mengurangi keasyikan dalam melakukan perjalanan wisata bahkan para pelaku backpacker akan selalu mengingat moment-moment dan kesan petualangan di setiap tempat yang dilewatinya.

Wisata backpacker biasanya dilakukan secara berkelompok dan kelompok ini membagi semua biaya yang timbul selama perjalanan secara rata untuk semua anggota kelompok. Meskipun demikian, backpacker juga bisa dilakukan secara perseorangan. 

Selain menikmati keindahan alam dan keunikan atau kekhasan di suatu daerah tujuan wisata, backpacker ini menjanjikan kesan petualangan yang luar biasa juga karena tingkat mobilitas dari kegiatan wisata ini yang cukup tinggi, berpindah dari suatu daerah ke daerah lainnya, maka semakin banyak tempat yang dapat dikunjungi.

Di Indonesia banyak lokasi yang dapat menjadi tujuan wisata ala backpaker diantaranya, 
Bali, Mulai dari Pantai Kuta, Pantai Nusa Dua, Jimbaran, Gianyar, Danau Batur, Puri Besakih, Istana Tampaksiring, dan masih banyak tempat wisata lainnya memang layak untuk anda kunjungi.
Pulau Komodo, Pulau yang menyuguhkan kehidupan liar satwa yang sangat langka 
Lombok, pulau yang bersebelahan dengan Pulau Dewata ini juga menyimpan keindahan yang tak kalah dengan Bali.
Karimun Jawa, Jepara Jawa Tengah, Objek berupa pantai yang masih belum terjamah dan penangkaran hiu merupakan daya tarik yang bisa anda nikmati di Karimun Jawa
Yogyakarta, menawarkan wisaata budaya, kuliner, dan tentunya alam yang indah dan menenangkan. 
Bandung, Dikenal dengan Parisj Van Java dikenal dengan keindahan alam, Kekayaan budaya, produk kreatif, Kuliner dan kesejukan alamnya.
Belum lagi didaerah lainnya seperti Wakatobi, Raja Ampat, Makasar dan masih banyak tempat wisata lainnya.

Selamat ber-backpacker ya...





gambar : crazypromoeveriday.com

Sabtu, 22 Juni 2013

Wisata Bahari

gambar : cyberedhoy.blogspot.com
Seperti kita bersama ketahui, Negera kita tercinta Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas, sumberdaya kelautan dengan aneka ragam ekosistem flora, fauna serta gejala alam dengan keindahan pemandangan merupakan potensi yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, salah satunya menjadi kawasan wisata yang dapat menarik wisatawan untuk datang.
Sumber alam yang dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata adalah berupa taman laut, pesisir pantai, flora berupa hutan, keaneka ragaman fauna dan berbagai bentuk ekosistem khusus. Pengertian wisata bahari ini adalah sebuah kegiatan wisata yang berkaitan dengan laut, pantai dan danau.
Selain ekosistem laut yang ditawarkan sebagai daya tarik wisata, saat ini telah dikemas berbagai event yang diselenggarakan di laut, pantai dan wilayah sekitarnya. Antara lain :
  1. Olah raga air, acara yang didukung oleh peralatan modern seperti speedboat, Diving, Snorkling, berselancar dll.
  2. Tradisional, acara yang diselenggarakan yang didasarkan pada adat dan budaya masyarakat setempat misalnya pesta nelayan yaitu suatu ritual sebagai bentuk syukur atas berlimpahnya hasil tangkapan ikan.
  3. Ekonomi Edukatif, bisa berupa kunjungan ke tempat pelelangan ikan, melihat proses penarikan jaring dari laut oleh nelayan
  4. Kuliner, sebagai suatu tempat yang khas, laut tentu saja menyajikan makanan yang bertemakan olahan hasil laut segar hal ini merupakan salah satu daya tarik wisata bahari
  5. Ekowisata Bahari, menyajikan ekosistem alam khas laut berupa hutan mangrove, taman laut serta fauna baik fauna dilaut maupun sekitar pantai.
Pemanfaatan dan pengembangan potensi wisata bahari ini, harus tetap menjamin kelestarian lingkungan hidup serta kearifan budaya masyarakat setempat, dengan tujuan sbb :
  1. Menjaga tetap berlangsungnya proses ekologis yang tetap mendukung sistem kehidupan.
  2. Melindungi keanekaragaman hayati.
  3. Menjamin kelestarian dan pemanfaatan spesies dan ekosistemnya



Wisata Belanja

gambar : tribunnews.com
Seperti sudah menjadi stigma bahwa belanja merupakan kegemaran ibu-ibu atau kaum wanita pada umumnya, tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk membeli kebutuhannya terutama produk fashion, perhiasan maupun pernak-pernik perawatan tubuh, namun saat ini belanja bukan saja menjadi bertujuan membeli suatu barang saja melainkan sudah menjadi event wisata bukan saja untuk kaum hawa melainkan untuk seluruh keluarga. Pengertian wisata belanja ini adalah suatu aktifitas wisata dengan mengunjungi daerah tertentu yang menyediakan berbagai barang atau jasa untuk dibeli.
Seperti yang pernah saya bahas di post sebelumnya mengenai banyaknya pengunjung yang datang ke kota Bandung terutama setiap akhir pekan, salah satu tujuannya adalah mengunjungi tempat berbelanja yang ada di kota yang dikenal dengan istilah Parijs Van Java ini. Tidak heran Bandung menjadi salah satu ikon wisata belanja yang ditandai dengan banyaknya Factory Outlet, boutique, Stock Center , Mall yang menyediakan berbagai barang kebutuhan para pengunjung terutama produk fashion, perhiasan maupun sentra industri yang memiliki kekhasan misalkan sentra industri sepatu Cibaduyut, sentra perdagangan kain Cigondewah, Pasar Seni Tamansari yang juga selalu menjadi tujuan wisata belanja ini.
Komponen pendukung wisata belanja guna menarik minat wisatawan berkunjung antara lain :
  1. Aksesibitas, segala aspek guna mendukung terselenggaranya wisata belanja berupa transfortasi yang meliputi akses menuju objek wisata, jalan yang memadai berikut pengelolaan lalu-lintas guna menghindari kemacetan.
  2. Ketersediaan produk yang dibutuhkan dengan harga jual yang kompetetif.
  3. Keamanan, jaminan akan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama berbelanja.
  4. Fasilitas lain sebagai komponen pendukung yang dibutuhkan oleh pengunjung seperti lahan parkir,  tempat beribadah, akses komunikasi dan informasi, pelayanan produk perbankan, fasilitas kebersihan dll.
Apabila komponen-komponen diatas bisa dikelola secara baik, bukan tidak mungkin wisata belaja ini bisa bermutasi menjadi sebuah industri yang menjanjikan.

Jumat, 21 Juni 2013

Wisata Budaya

gambar : indonesia.travel
Keanekaragaman budaya yang ada disuatu tempat dapat dijadikan objek wisata untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Wisata budaya ini menyangkut kekhasan dan keunikan budaya , dapat berupa kesenian, upacara maupun hasil karya seni masyarakat setempat. 
  • Wisata budaya adalah bepergian bersama-sama dengan tujuan mengenali hasil kebudayaan setempat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001 : 1274). 
  • Batasan yang lain wisata budaya adalah: Gerak atau kegiatan wisata yang dirangsang oleh adanya objek-objek wisata yang berwujud hasil-hasil seni budaya setempat: Adat istiadat, upacara agarna, tata hidup masyarakat, peninggalan sejarah, hasil seni, kerajinan-kerajinan rakyat dan sebagainya (R.S. Damardjati, 1989: 19) 

Wisata budaya ini memiliki unsur-unsur yang menjadi daya tarik wisatawan, diantaranya : 
  1. Event pertunjukkan yang dikemas dari budaya atau adat istiadat masyarakat setempat 
  2. Riset dan penelitian ilmiah serta kegiatan lain yang bersifat edukatif kultural 
  3. Unsur-unsur yang bersifat tangible atau kebendaan yang berupa hasil kerajinan yang bercirikan kearifan budaya setempat 
  4. Unsur lain yang dikemas dalam event wisata sejarah dan wisata pendidikan 
Namun wisata budaya ini memiliki efek negatif terhadap kelangsungan budaya itu sendiri, diantaranya : 
  • Terjadinya interaksi masyarakat tradisional dengan masyarakat modern yang memungkinkan adanya pola saling mempengaruhi, yang akan merubah pola kehidupan budaya masyarakat setempat. 
  • Komersialisasi wisata budaya yang berlebihan mengakibatkan adanya upaya untuk merubah kultur budaya apabila dinilai kurang memiliki nilai ekonomis. 
  • Terjadinya transformasi dari aktifitas sosial ke arah produk dan perkenalan dengan bentuk ekonomi yang baru akan sedikit banyak mengubah tata nilai struktur dan kultur masyarakat. 
Berkenaan dengan hal tersebut, muncul rambu-rambu untuk menekan dampak penurunan nilai-nilai budaya seperti yang ditulis kode etik pariwisata dunia, yaitu : 
“Kegiatan pariwisata harus dirancang sedemikian rupa untuk memungkinkan kelangsungan hidup dan berkembangnya hasil-hasil budaya , seni tradisional, dan seni rakyat, dan bukan sebaliknya menimbulkan terjadinya standarisasi dan penurunan hasil-hasil budaya tersebut”

Wisata Kuliner

gambar : bisnis-jabar.com
Beberapa tahun belakangan, setiap akhir pekan atau saat hari libur kota Bandung menjadi sesak oleh para pengunjung dari luarkota yang sengaja datang untuk berwisata ke kota kembang ini, salah satu yang menjadi tujuan wisata adalah keanekaragaman makanan yang tersedia baik makanan khas lokal, maupun makanan ala luar negeri. Hal ini mungkin terjadi bukan hanya di kota Bandung tetapi dikota-kota lain di Indonesia khususnya yang memiliki kekhasan dan keragaman makanan. Pada saat orang berkunjung ke suatu tempat untuk memburu makanan atau penganan sekaligus untuk berlibur membuat wisata ini menjadi lahan usaha wisata kuliner yang cukup menjanjikan.

Wisata Kuliner itu sendiri memiliki pengertian sebagai berikut :
  • Wisata yang menyediakan berbagai fasilitas pelayanan dan aktivitas kuliner yang terpadu untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang dibangun untuk rekreasi, relaksasi, pendidikan dan kesehatan. (http://file.upi.edu)
  • kunjungan ke suatu tempat yang merupakan produsen dari suatu makanan, festival makanan, restoran, dan lokasi-lokasi khusus untuk mencoba rasa dari makanan dan atau juga untuk memeroleh pengalaman yang didapat dari makanan khas suatu daerah yang merupakan motivasi utama seseorang untuk melakukan perjalanan wisata) (Hall & Sharples, dalam www.digilib.petra.ac.id)
  • Wisata kuliner adalah suatu perjalanan yang di dalamnya meliputi kegiatan mengonsumsi makanan lokal dari suatu daerah; perjalanan dengan tujuan utamanya adalah menikmati makanan dan minuman dan atau mengunjungi suatu kegiatan kuliner, seperti sekolah memasak, mengunjungi pusat industri makanan dan minuman; serta untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda ketika mengonsumsi makanan dan minuman (www.digilib.petra.ac.id)
Seperti halnya objek-objek wisata lainnya yang memiliki daya tarik tersendiri untuk datang berkunjung, wisata kuliner ini pun memiliki magnet yang kuat yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung, yaitu :
  • Keragaman aktivitas kuliner 
  • Makanan khas 
  • Lokasi yang nyaman dan bersih 
  • Desain ruangan (venue) yang unik dan menarik 
  • Pelayanan yang baik 
  • Pasar yang Competitive 
  • Harga dan proporsi nilai 
  • Peluang bersosialisasi 
  • Interaksi budaya dengan kuliner 
  • Suasana kekeluargaan 
  • Lingkungan yang menarik 
  • Produk tradisional,nasional & Internasional
(http://file.upi.edu)

Kamis, 20 Juni 2013

Pariwisata

Pengertian pariwisata adalah suatu aktivitas untuk menghilangkan kepenatan atau kejenuhan akibat rutinitas sehari-hari  dengan bepergian kesuatu tempat yang memberikan suasana lain. Adapun pengertian dari berbagai ahli tentang pariwisata ini antara lain :
gambar : portal.paseban.com

" Perpindahan sementara yang dilakukan manusia dengan tujuan keluar dari pekerjaan-pekerjaan rutin, keluar dari tempat kediamannya. Aktifitas dilakukan selama mereka tinggal ditempat yang dituju dan fasilitas dibuat untuk mememenuhi kebutuhan mereka ". (Marpaung 2002:13)

"berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan Pemerintah Daerah" (Undang-undang No. 10 Tahun 2009)

Pariwisata memiliki beberapa komponen yang mendukungnya, tiada lain agar acara wisata  memiliki kekhasan dan dapat terselenggara secara baik, adapun komponen dimaksud antara lain :

  1. Atraksi, segala sesuatu yang ada disuatu objek wisata yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung bisa berbentuk site attraction berupa tempat yang menarik, iklim, pemandangan serta objek-objek lain yang memiliki daya tarik maupun event atraction yaitu acara-acara yang berkaitan dengan pariwisata disuatu tempat yang dijadikan objek wisata.
  2. Aksesibilitas, segala sarana yang menunjang kemudahan kepada para wisatawan untuk berkunjung berupa transfortasi yang memadai berikut tarifnya yang terjangkau, kondisi jalan yang bagus, jarak tempuh ke lokasi wisata, jarak tempuh dll. Aksesibilitas menjadi sangat penting diperhatikan karena akan sangat berpengaruh bagi para wisatawan.
  3. Fasilitas, berupa sarana dan prasarana yang disediakan oleh pengelola suatu objek wisata dalam rangka memenuhi kebutuhan para wisatawan, misalnya sarana kebersihan, sarana ibadah, sarana komunikasi, tempat parkir, MCK dll yang merupakan kebutuhan penting bagi wisatawan selama berada dilokasi wisata.


Rabu, 19 Juni 2013

Wisata Alam

Pengertian tentang Wisata Alam/Ekowisata mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Namun pada hakekatnya, pengertian ekowisata adalah sebagai berikut :
gambar : sinarpaginews.com
  • Suatu bentuk wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian area yang masih alami, memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya masyarakat setempat (Fandeli dan Mukhlison, 2000). 
  • Secara konseptual ekowisata dapat didefenisikan sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya dalam pengelolaan yang konservatif sehinggga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat (Dirjen Pariwisata, 1995). 
  • Masyarakat Ekowisata Indonesia pada tahun 1977 mendefenisikan ekowisata sebagai suatu kegiatan perjalanan wisata yang bertangggung jawab di daerah yang masih alami atau daerah-daerah yang dikelola dengan kaidah alam dimana tujuannya selain untuk menikmati keindahannya juga melibatkan unsur pendidikan, pemahaman dan dukungan terhadap usaha-usaha konservasi alam serta peningkatan pendapatan masyarakat setempat sekitar daerah tujuan ekowisata.
Visi Ekowisata/Wisata Alam adalah :
  • Ekowisata yang berasaskan konservasi terhadap keanekaragaman hayati dan ekositemnya merupakan prinsip yang penting dalam visi ekowisata, 
  • Pemberdayaan masyarakat lokal dan pembangunan ekonomi kerakyatan dapat menjadi landasan pengembangan untuk merumuskan misi. 
Misi Ekowisata/Wisata Alam adalah
  • Melestarikan alam dengan mengkonversi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 
  • Penciptaan lapangan kerja setempat, pengembangan ekonomi kerakyatan, serta 
  • Peningkatan pendapatan lokal maupun regional secara adil, dapat dirumuskan sebagai strategi pengembangan ekowisata yang menentukan kewilayahannya berlandaskan ekosistem dan kesatuan pengelolaannya.
Ciri-ciri ekowisata menurut Fandeli dan Mukhlison (2000), mengandung unsur-unsur utama yaitu :
  1. Konservasi
  2. Edukasi dan pemberdayaan outbound
  3. Pemberdayaan masyarakat setempat
 Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengusaha ekowisata dalam kawasan hutan harus bersasaran :
  1. Melestarikan hutan dan kawasannya
  2. Mendidik semua orang untuk ikut melestarikan hutan yang dimaksud, baik pengunjung, karyawan perusahaan sendiri sampai dengan masyarakat di hutan dan sekitarnya
  3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar dengan demikian tidak menggangu hutan.